Pendapat Arsitek Tentang Daya Tahan, Utilitas, dan Kecantikan

Seorang arsitek perlu menjaga keseimbangan antara daya tahan, utilitas, dan keindahan saat mengerjakan sebuah bangunan. Elemen-elemen ini perlu bercampur menjadi satu untuk membuat sesuatu yang akan bertahan dengan baik selama bertahun-tahun.

Salah satu bagian dari daya tahan adalah tentang memiliki keabadian pada bangunan. Keabadian adalah sesuatu yang selalu diperjuangkan oleh arsitek. Penting untuk tidak melihat kembali ke bangunan dan berpikir, “Itu adalah

rahasia strategis arsitek gaya atau gambar yang semua orang inginkan pada tahun 2010.” Seorang arsitek ingin melihat kembali ke sebuah

bangunan dan berpikir, “Itu masih berdiri sendiri bahkan jika itu dirancang 10 tahun yang lalu. Jika sesuatu seperti itu dirancang hari ini, itu akan memiliki dampak yang sama seperti 10 tahun yang lalu.” Sering kali, daya tahan berarti memiliki sesuatu yang berdiri sendiri setelah waktu yang lama.

Daya tahan juga berarti memikirkan tentang bagaimana membantu klien mempertahankan proyek setelah proyek selesai. Ini adalah percakapan yang harus dimiliki seorang arsitek dengan setiap klien. Setiap gedung membutuhkan perawatan. Tidak ada pertanyaan tentang itu. Ketika seorang arsitek merancang sebuah bangunan, menggambarnya,

dan menentukan semua bahan, selalu ada kekhawatiran tentang anggaran. Semua keputusan harus dibuat dengan anggaran itu dalam pikiran. Bagian dari pekerjaan arsitek adalah untuk menentukan bahan yang berbeda dan daftar

semua pro dan kontra. Klien perlu tahu bahwa jika mereka memilih bahan yang lebih murah, mereka bisa menggantinya lebih sering daripada jika mereka memilih bahan yang harganya sedikit lebih mahal pada awalnya. Klien harus mau menerima trade-off tertentu.

Utilitas lebih seperti fungsi bangunan. Bangunan perlu bekerja 100 persen untuk klien. Seorang arsitek tidak bisa mendapatkannya 99 persen dengan benar. Penting bahwa desain struktur tidak menghalangi efisiensi karyawan. Akhirnya, efisiensi-efisiensi kecil itu menambah dan melukai garis bawah klien.

Kecantikan adalah tentang ekspresi artistik. Ungkapan lama, “Kecantikan ada di mata yang melihatnya,” benar-benar berlaku di sini. Prioritas seorang arsitek adalah memastikan klien menyukai tampilan dan nuansa

Jasa Desain Arsitek Rumah Indonesia keseluruhan. Orang lain mungkin suka atau tidak suka, tetapi penting untuk memastikan klien senang ketika proyek selesai.

Daya tahan, utilitas, dan keindahan sama pentingnya ketika merancang sebuah bangunan. Berhasil menyeimbangkan elemen-elemen ini adalah apa yang membuat pernyataan abadi dalam arsitektur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *